disuatu sekolah sma terkenal dibali ada seorang gadis yang sangat cantik dan menjadi primadona disekolah tersebut, sebut saja namanya Sinta
Sinta memang pintar, cantik, dan sempurna.
tapi dia mempunyai suatu kekurangan yaitu sombong.
Ada seorang anak sebut saja namanya Agus,
orangnya sangat sederhana dan tak ada satupun yang bisa diandalkan.
Mungkin karena teman sekelas ya, jadi memang sudah nasibnya bisa berkenalan dengan Sinta
Agus memang sangat baik walau tidak berkecukupan dia mau membatu teman yang kesusahan.
Singkat cerita masa-masa akhir sekolah yaitu semester 6 atau tepatnya mau menginjak UN.
Agus memutuskan untuk mempunyai seorang pacar agar bisa memperoleh nilai yang memuaskan.
Karna memang Agus tidak pintar, jadi untuk lulus saja mungkin dia sudah senang :)
Awal cerita nih agus baru saja membeli Hp nokia 1100 (dulu ini sudah bagus lho wkwkkwkwk)
Lalu dia minta deh no telfon, teman-temannya 1 kelas.
Maksudnya sih mau minta no Sinta tapi Agus malu dan tak punya keberanian.
Singkat cerita nih Agus dan sinta sudah saling dekat,
nah disaat valentine (hari sepecial gitu loch)
Agus sudah menyiapkan segalanya dan berencana menembak Sinta.
Dia mengajak Sinta ke sebuah resto di jimbaran, disana awalnya mereka hanya makan-makan saja.
Karena kebetulan memang Sinta lagi ngak punya pacar, jadi merupakan sebuah kesempatan bagi agus
Nah saat selesai makan agus membuka kotak kecil berisi sepasang cin-cin emas tanda keseriusannya.
kemudia Agus berkata Sin kamu mau ngak jadi pacar aku.
Alangkah terkejutnya Sinta, ku pikir ia akan menerima Agus ternyata tidak.
Dia menjatuhkan cin-cin dan berkata.
Elo mau jadi pacar gua gak pantes tau,
Keren dikit ngak, pinter juga ngak, ih mana mau aku jadi pacarmu.
kamu tau kan pacarku yang keren-keren dulu aja aku putusin apalagi kamu.
sori ya, lebih baik kamu liat dirimu terlebih dahulu sebelum berkata.
Kemudian Sinta pergi, Agus terdiam dia menangis dan bersedih bukan sakit lagi namanya tapi sudah hancur berkeping keping.
hingga Agus tak berani lagi masuk sekolah selama seminggu, akhirnya pihak sekolah mencarinya kerumahnya.
Tapi tetap saja dia tidak mau bersekolah sampai akhirnya, aku bercakap-cakap dengannya dan menghiburnya.
Esoknya dia kembali bersekolah lagi.
Agusmenjadi tertutup dan bahkan tak mau berbicara, walaupun denganku sahabatnya sendiri.
Entah apa yang dipikirkannya sepertinya dia menjadi orang yang sangat hebat.
Aku kagum sekali akan perubahannya yang luar biasa, semua teman sekolah terheran.
Hingga pengumuman kelulusan pun tiba, dan Sinta meraih juara 1 umum.
Agus berbicara pelan kepadaku,
memang benar ya, sekeras apapun aku berusaha aku tetap tidak pantas untuk bersaing dengan Sinta
Akhirnya akupun berpisah lama sekali dengan agus, sampai kami putus kontek. karena dia sekolah di bandung.
Aku masuk di perguruan tinggi ternama di Denpasar mengambil jurusan hukum.
Dan disana juga ada Sinta, aku jadi sering memperhatikannya tapi tak mau menyapanya,
karena dia egois dan pernah membuat sahabatku sendiri sakit.
Singkat cerita Sinta sangat hebat dan menjadi lulusan akutansi terbaik.
7 tahun Kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan asuransi ternama yang membuka cabangnya di Denpasar.
Sinta bekerja keras hingga melampaui level senior seniornya.
Dia sangat pintar mencari anggota dan memperolah banyak sekali penghargaan dari managernya.
Tiba suatu ketika Direktur di perusahaan tersebut akan memberikan bonus akhir tahun
bagi seluruh karyawannya yang berprestasi.
Tiba di mana hari pemberian penghargaan, semua berkumpul menghadiri rapat kenaikan gaji.
kemudian tiba dimana saat para karywan selesai rapat, dan memberi ucapan terimakasih kepada Direktur.
Saat tiba Sinta bersalaman dengan Direktur ia merasakan hal yang pernah dia ingat.
Tangan yang sangat dingin........
lalu dia memberanikan diri untuk melihat wajah sang Direktur dan alangkah kagetnya Sinta
dan berkata: Ag...u..sss.
Agus hanya tersenyum kecil dan berkata teruskan kerja baikmu dan buatlah perusaan ini bangga.
Muka Sinta memerah padam, ia meneteskan air mata kekecewaan.
dan amat malunya ia karena orang yang telah ia hina dan kecewakan dulu adalah Direktur utama di perusahaan dimana ia bekeja.......
TAMAT
kumpulan coretan
Rabu, 03 Agustus 2011
Kata penyemangat saat terjatuh
Yang penting bukan berapa kali aku gagal.
Tetapi berapakali aku bangkit dari kegagalan tersebut dan berhasil.
Tetapi berapakali aku bangkit dari kegagalan tersebut dan berhasil.
Rayuan Maut
CIRI-CIRI CINTA ABADI ITU
mau menerima kita apa adanya.
- ngak memandang harta.
- ngak memandang fisik
- setia satu sama lain
- ngak pernah selingkuh
- selalu perhatian sama kamu
- jujur
- setia
- tulus mencintai
Seperti aku,,, hehehehehe
mau menerima kita apa adanya.
- ngak memandang harta.
- ngak memandang fisik
- setia satu sama lain
- ngak pernah selingkuh
- selalu perhatian sama kamu
- jujur
- setia
- tulus mencintai
Seperti aku,,, hehehehehe
kata mutiara
sehabat sejati memang tidak selalu ada disaat kamu bahagia.
tapi kan selalu ada disaat kamu terluka
tapi kan selalu ada disaat kamu terluka
Selasa, 02 Agustus 2011
KEKUATAN CINTA
D'Kar begitulah biasanya teman-teman memangilku semasa kuliah.
Aku memiliki seorang pacar bernama indah, ku berpacaran dengannya hanya untuk status saja.
beberapa kali ku mencoba meminta putus tetapi dia tidak pernah menerima dan tetap mempertahankan hubungannya.
Sampai Aku mengenal Ayu, adik kelas semester 1.
Sering ku berjalan dengannya sedangkan, Sampai Akhirnya Aku menyukainnya,
ku sering melewati hari jalan bareng bersamanya.
Dan kami sering ke bioskop dimalam minggu untuk menghabiskan malam minggu yang begitu panjang.
Hingga pada suatu saat di malam ulang tahunnya, Ku memberi sebuah kejutan, ku memintanya untuk Menjadi Pacarku.
Alangkah senangnya ternyata dia juga menyukaiku dan kamipun berpacaran.
Tapi belum selesai begitu saja, aku statusku saat ini mempunyai dua orang pacar, ayu dan indah.
Hubunganku dengan phutry semakin rengang ku hampir tak pernah mengunjunginya.
bahkan smsnya pun tak pernah ku balas setiap dia telfon aku menjawab dan berkata aku sedang sibuk jangan ganggu aku dulu.
Pada suatu malam aku Bertengkah hebat dengan indah Aku Meminta Putus,
tanpa peduli dengan apa yang dia rasakan sama sekali, dan ku meninggalkannya tanpa rasa berdosa dan bersalah sama sekali.
Menginjak semester 4, aku mengajak ayu untuk tinggal bersamaku, agar kita selalu dekat dan hubungan kita semakin erat.
Awalnya Memang aku senang dan tak ada masalah sama sekali hingga suatu ketika,
Ayu mengatakan bahwa dia hamil dan memintaku bertangung jawab.
Sungguh diluar kepala aku belum siap untuk menikah apalagi mempunyai seorang anak.
Karna bingung apa yang harus kulakukan akhirnya ku meminta Ayu untuk menggugurkan kandungannya, tapi ayu menolak.
Hingga badanya mulai membesar karna kini dia sudah hamil 4 bulan.
Akhirnya kami sepakat memberanikan diri untuk menemui kedua orang tuaku untuk menceritakan semuannya.
Esoknya kami pergi ke rumah orang tuaku.
Alangkah malu dan Terkejutnya aku ternyata indah ada disana sedang bersilahturhmi dengan keluargaku,
karna memang hubungannya terasa dekat dengan keluarga ku.
Walaupun aku dengan indah sudah putus dia tetap sering berkunjung kerumah keluargaku untuk berbincang-bincang.
karna Ayu terus mendesakku untuk bertanggung jawab akhirnya aku menceritakan semuanya kepada kedua orang tuaku.
aku mengatakan bahwa aku ingin menikahi Ayu. Akhirnya orangtuaku secara cepat mempersiapkan tanggal pernikahannya.
Tapi disudut sana ku melihat indah menghampiriku sampil tersenyum hangat,
yang entah kenapa sengat mendalam dan ku tak mengerti apa yang sedang dipikirkannya.
lalu ia berkata hmm kayaknya aku orang pertama yang memberikanmu selamat, semoga langeng ya kak.
Aku terdiap mengartikan ini semua apa yang sebenarnya dipikirkannya. apa yang ada didalam hatinya,
tapi senyumannya terasa sangat hangat dan tak ada rasa bersedih.
Akhirnya Seminggu kemudian Aku menikah dengan Ayu, dan indah pun hadir menghadiri acara pernikahanku yang sederhana.
dan tak lupa dengan senyumannya yang begitu hangat, aku semakin tak mengerti dengannya.
Dia memberi selamat atas perkawinanku dengan ayu.
Hari-hari yang kujalani bersama ayu semakin erat dan menyenankan,
ditambah lagi kedua orang tuaku menyetujui pernikahan aku bersama ayu,
semakin tak sabar rasannya juga ku mempunyai seorang anak dan menjadi seorang Ayah.
Suatu ketika Pada suatu malam ku mengalami sebuah kecelakaan bersama Ayu yang ketika itu sedang hamil 8 bulan.
Aku mengalami luka yang cukup berat tapi yang lebih parahnya,
Ayu mengalami pendarahan dan harus cepat-cepat menjalani operasi untuk menyelamatkannya dan bayi yang ada dikandungannya.
Tapi dokter mengatakan bahwa persediaan darah di rumah sakit tersebut sudah habis, aku disuruh mencari di PMI.
aku kira mudah untuk mendapatkannya di PMI, ternyata ada prosedurnya dan itu tidak mudah.
Rasa kesal dan pasrah dalam perjalanan kembali kerumah sakit, akankah ini semua berakhir.
Apakah hanya sampai disini, pikiranku terasa berat dan engan untuk melangkah untuk menuju ke rumah sakit.
Aku berkata kepada dokter bahwa aku tak mendapatkan bantuan dari PMI.
Tetapi dokter mengatakan, tenang nak operasinya berjalan Lancar. semua keluargamu selamat.
Aku terdiam, lalu berfikir siapa ya orang yang mau mendonorkan darahnya.
Akhirnya aku mencari tau sendiri siapa orang yang mau mendonorkan darahnya,
aku ingin mengucapkan terimakasih dan memberikannya Imbalan sebagai balas budi.
Andai saja terlambat mungkin saat ini Ayu sudah tiada.
Ku bertanya-tanya kepada dokter tetapi dokter tidak ada yang tau,
sekian lama ku mencari tahu akhirnya ku mengetahui bahwa yang mendonorkan darahnya kepada Ayu itu indah,
orang yang tak pernah aku anggap. Aku tak mengerti kenapa dia rela mendonorkan darahnya kepada ayu,
adahal kan dia bisa saja tidak peduli dan membiarkan semuanya terlewat.
Akupun menemui indah dan bertanya untuk apa ini semua.
Dia menjawab ini semua demi kamu, untuk kebahagiaanmu.
Aku terdiam ada rasa marah dan kesal pada diriku sendiri.
Orang yang tak pernah aku anggap,
orang yang selalu mengkhawatirkanku,
selalu mengerti aku dan tak pernah membuatku bersedih.
Aku menyesali ini semua andai saja waktu bisa diulang.
indah terimakasih atas semua yang pernah kau berikan.
Mungkin karna aku terlalu egois aku tak pernah menghargai segala yang pernah kau berikan.
Mungkin di kehidupan mendatang kau bisa kumiliki.
Sekarang ku mengerti inilah yang dimaksud CINTA SEJATI.
Termikasih indah kamu kan selalu menjadi cinta sejatiku kemarin, hari ini esok dan selamanya :)
Aku memiliki seorang pacar bernama indah, ku berpacaran dengannya hanya untuk status saja.
beberapa kali ku mencoba meminta putus tetapi dia tidak pernah menerima dan tetap mempertahankan hubungannya.
Sampai Aku mengenal Ayu, adik kelas semester 1.
Sering ku berjalan dengannya sedangkan, Sampai Akhirnya Aku menyukainnya,
ku sering melewati hari jalan bareng bersamanya.
Dan kami sering ke bioskop dimalam minggu untuk menghabiskan malam minggu yang begitu panjang.
Hingga pada suatu saat di malam ulang tahunnya, Ku memberi sebuah kejutan, ku memintanya untuk Menjadi Pacarku.
Alangkah senangnya ternyata dia juga menyukaiku dan kamipun berpacaran.
Tapi belum selesai begitu saja, aku statusku saat ini mempunyai dua orang pacar, ayu dan indah.
Hubunganku dengan phutry semakin rengang ku hampir tak pernah mengunjunginya.
bahkan smsnya pun tak pernah ku balas setiap dia telfon aku menjawab dan berkata aku sedang sibuk jangan ganggu aku dulu.
Pada suatu malam aku Bertengkah hebat dengan indah Aku Meminta Putus,
tanpa peduli dengan apa yang dia rasakan sama sekali, dan ku meninggalkannya tanpa rasa berdosa dan bersalah sama sekali.
Menginjak semester 4, aku mengajak ayu untuk tinggal bersamaku, agar kita selalu dekat dan hubungan kita semakin erat.
Awalnya Memang aku senang dan tak ada masalah sama sekali hingga suatu ketika,
Ayu mengatakan bahwa dia hamil dan memintaku bertangung jawab.
Sungguh diluar kepala aku belum siap untuk menikah apalagi mempunyai seorang anak.
Karna bingung apa yang harus kulakukan akhirnya ku meminta Ayu untuk menggugurkan kandungannya, tapi ayu menolak.
Hingga badanya mulai membesar karna kini dia sudah hamil 4 bulan.
Akhirnya kami sepakat memberanikan diri untuk menemui kedua orang tuaku untuk menceritakan semuannya.
Esoknya kami pergi ke rumah orang tuaku.
Alangkah malu dan Terkejutnya aku ternyata indah ada disana sedang bersilahturhmi dengan keluargaku,
karna memang hubungannya terasa dekat dengan keluarga ku.
Walaupun aku dengan indah sudah putus dia tetap sering berkunjung kerumah keluargaku untuk berbincang-bincang.
karna Ayu terus mendesakku untuk bertanggung jawab akhirnya aku menceritakan semuanya kepada kedua orang tuaku.
aku mengatakan bahwa aku ingin menikahi Ayu. Akhirnya orangtuaku secara cepat mempersiapkan tanggal pernikahannya.
Tapi disudut sana ku melihat indah menghampiriku sampil tersenyum hangat,
yang entah kenapa sengat mendalam dan ku tak mengerti apa yang sedang dipikirkannya.
lalu ia berkata hmm kayaknya aku orang pertama yang memberikanmu selamat, semoga langeng ya kak.
Aku terdiap mengartikan ini semua apa yang sebenarnya dipikirkannya. apa yang ada didalam hatinya,
tapi senyumannya terasa sangat hangat dan tak ada rasa bersedih.
Akhirnya Seminggu kemudian Aku menikah dengan Ayu, dan indah pun hadir menghadiri acara pernikahanku yang sederhana.
dan tak lupa dengan senyumannya yang begitu hangat, aku semakin tak mengerti dengannya.
Dia memberi selamat atas perkawinanku dengan ayu.
Hari-hari yang kujalani bersama ayu semakin erat dan menyenankan,
ditambah lagi kedua orang tuaku menyetujui pernikahan aku bersama ayu,
semakin tak sabar rasannya juga ku mempunyai seorang anak dan menjadi seorang Ayah.
Suatu ketika Pada suatu malam ku mengalami sebuah kecelakaan bersama Ayu yang ketika itu sedang hamil 8 bulan.
Aku mengalami luka yang cukup berat tapi yang lebih parahnya,
Ayu mengalami pendarahan dan harus cepat-cepat menjalani operasi untuk menyelamatkannya dan bayi yang ada dikandungannya.
Tapi dokter mengatakan bahwa persediaan darah di rumah sakit tersebut sudah habis, aku disuruh mencari di PMI.
aku kira mudah untuk mendapatkannya di PMI, ternyata ada prosedurnya dan itu tidak mudah.
Rasa kesal dan pasrah dalam perjalanan kembali kerumah sakit, akankah ini semua berakhir.
Apakah hanya sampai disini, pikiranku terasa berat dan engan untuk melangkah untuk menuju ke rumah sakit.
Aku berkata kepada dokter bahwa aku tak mendapatkan bantuan dari PMI.
Tetapi dokter mengatakan, tenang nak operasinya berjalan Lancar. semua keluargamu selamat.
Aku terdiam, lalu berfikir siapa ya orang yang mau mendonorkan darahnya.
Akhirnya aku mencari tau sendiri siapa orang yang mau mendonorkan darahnya,
aku ingin mengucapkan terimakasih dan memberikannya Imbalan sebagai balas budi.
Andai saja terlambat mungkin saat ini Ayu sudah tiada.
Ku bertanya-tanya kepada dokter tetapi dokter tidak ada yang tau,
sekian lama ku mencari tahu akhirnya ku mengetahui bahwa yang mendonorkan darahnya kepada Ayu itu indah,
orang yang tak pernah aku anggap. Aku tak mengerti kenapa dia rela mendonorkan darahnya kepada ayu,
adahal kan dia bisa saja tidak peduli dan membiarkan semuanya terlewat.
Akupun menemui indah dan bertanya untuk apa ini semua.
Dia menjawab ini semua demi kamu, untuk kebahagiaanmu.
Aku terdiam ada rasa marah dan kesal pada diriku sendiri.
Orang yang tak pernah aku anggap,
orang yang selalu mengkhawatirkanku,
selalu mengerti aku dan tak pernah membuatku bersedih.
Aku menyesali ini semua andai saja waktu bisa diulang.
indah terimakasih atas semua yang pernah kau berikan.
Mungkin karna aku terlalu egois aku tak pernah menghargai segala yang pernah kau berikan.
Mungkin di kehidupan mendatang kau bisa kumiliki.
Sekarang ku mengerti inilah yang dimaksud CINTA SEJATI.
Termikasih indah kamu kan selalu menjadi cinta sejatiku kemarin, hari ini esok dan selamanya :)
Langganan:
Postingan (Atom)