Rabu, 03 Agustus 2011

Penyesalan yang tiada berarti

disuatu sekolah sma terkenal dibali ada seorang gadis yang sangat cantik dan menjadi primadona disekolah tersebut, sebut saja namanya Sinta
Sinta memang pintar, cantik, dan sempurna.
tapi dia mempunyai suatu kekurangan yaitu sombong.

Ada seorang anak sebut saja namanya Agus,
orangnya sangat sederhana dan tak ada satupun yang bisa diandalkan.
Mungkin karena teman sekelas ya, jadi memang sudah nasibnya bisa berkenalan dengan Sinta
Agus memang sangat baik walau tidak berkecukupan dia mau membatu teman yang kesusahan.
Singkat cerita masa-masa akhir sekolah yaitu semester 6 atau tepatnya mau menginjak UN.
Agus memutuskan untuk mempunyai seorang pacar agar bisa memperoleh nilai yang memuaskan.
Karna memang Agus tidak pintar, jadi untuk lulus saja mungkin dia sudah senang :)

Awal cerita nih agus baru saja membeli Hp nokia 1100 (dulu ini sudah bagus lho wkwkkwkwk)
Lalu dia minta deh no telfon, teman-temannya 1 kelas.
Maksudnya sih mau minta no Sinta tapi Agus malu dan tak punya keberanian.
Singkat cerita nih Agus dan sinta sudah saling dekat,
nah disaat valentine (hari sepecial gitu loch)
Agus sudah menyiapkan segalanya dan berencana menembak Sinta.

Dia mengajak Sinta ke sebuah resto di jimbaran, disana awalnya mereka hanya makan-makan saja.
Karena kebetulan memang Sinta lagi ngak punya pacar, jadi merupakan sebuah kesempatan bagi agus
Nah saat selesai makan agus membuka kotak kecil berisi sepasang cin-cin emas tanda keseriusannya.
kemudia Agus berkata Sin kamu mau ngak jadi pacar aku.
Alangkah terkejutnya Sinta, ku pikir ia akan menerima Agus ternyata tidak.
Dia menjatuhkan cin-cin dan berkata.
Elo mau jadi pacar gua gak pantes tau,
Keren dikit ngak, pinter juga ngak, ih mana mau aku jadi pacarmu.
kamu tau kan pacarku yang keren-keren dulu aja aku putusin apalagi kamu.
sori ya, lebih baik kamu liat dirimu terlebih dahulu sebelum berkata.

Kemudian Sinta pergi, Agus terdiam dia menangis dan bersedih bukan sakit lagi namanya tapi sudah hancur berkeping keping.
hingga Agus tak berani lagi masuk sekolah selama seminggu, akhirnya pihak sekolah mencarinya kerumahnya.
Tapi tetap saja dia tidak mau bersekolah sampai akhirnya, aku bercakap-cakap dengannya dan menghiburnya.

Esoknya dia kembali bersekolah lagi.
Agusmenjadi tertutup dan bahkan tak mau berbicara, walaupun denganku sahabatnya sendiri.
Entah apa yang dipikirkannya sepertinya dia menjadi orang yang sangat hebat.
Aku kagum sekali akan perubahannya yang luar biasa, semua teman sekolah terheran.
Hingga pengumuman kelulusan pun tiba, dan Sinta meraih juara 1 umum.
Agus berbicara pelan kepadaku,
memang benar ya, sekeras apapun aku berusaha aku tetap tidak pantas untuk bersaing dengan Sinta

Akhirnya akupun berpisah lama sekali dengan agus, sampai kami putus kontek. karena dia sekolah di bandung.
Aku masuk di perguruan tinggi ternama di Denpasar mengambil jurusan hukum.
Dan disana juga ada Sinta, aku jadi sering memperhatikannya tapi tak mau menyapanya,
karena dia egois dan pernah membuat sahabatku sendiri sakit.

Singkat cerita Sinta sangat hebat dan menjadi lulusan akutansi terbaik.
7 tahun Kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan asuransi ternama yang membuka cabangnya di Denpasar.
Sinta bekerja keras hingga melampaui level senior seniornya.
Dia sangat pintar mencari anggota dan memperolah banyak sekali penghargaan dari managernya.

Tiba suatu ketika Direktur di perusahaan tersebut akan memberikan bonus akhir tahun
bagi seluruh karyawannya yang berprestasi.
Tiba di mana hari pemberian penghargaan, semua berkumpul menghadiri rapat kenaikan gaji.
kemudian tiba dimana saat para karywan selesai rapat, dan memberi ucapan terimakasih kepada Direktur.
Saat tiba Sinta bersalaman dengan Direktur ia merasakan hal yang pernah dia ingat.
Tangan yang sangat dingin........
lalu dia memberanikan diri untuk melihat wajah sang Direktur dan alangkah kagetnya Sinta
dan berkata: Ag...u..sss.
Agus hanya tersenyum kecil dan berkata teruskan kerja baikmu dan buatlah perusaan ini bangga.

Muka Sinta memerah padam, ia meneteskan air mata kekecewaan.
dan amat malunya ia karena orang yang telah ia hina dan kecewakan dulu adalah Direktur utama di perusahaan dimana ia bekeja.......


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar